Home > Dasar musik komputer, Sejarah bahasa sound Synthesis > Sekilas sejarah program bahasa sound synthesis

Sekilas sejarah program bahasa sound synthesis

Program yang ditujukan untuk musik komputer khususnya disini dalam aktifitas peniruan bunyi adalah Music 3, diciptakan oleh Max V. Mathew di Bell Telephone Laboratories di awal 1960an, kesuksesannya mengakibatkan di kembangkannya Music 4 yang mulai masuk ke beberapa universitas di Amerika, dimana musik komputer baru mulai berkembang dan program baru mulai dipikirkan dan mempengaruhi keadaan sekitarnya.

Gambar 1.5 menunjukan “pohon silsilah” bahasa peniruan bunyi yang diawali oleh ekperimen Max Mathew diakhir 1950an sampai pada situasi di akhir 1980an. Penyebaran bahasa peniruan bunyi secara geografi di indikasikan melaui perbedan struktural diantara satu sama lainnya. Gambaran kronologi secara sederhana dari atas ke bawah.

Pusat untuk “pohon silsilah” ini adalah suatu program yang dkembangkan oleh mathews dan kawan-kawanya di Bell Telephone Laboratories. Cabang di sebelah kanan menunjukan varian dari music 4 yang dikembangkan oleh Godfrey Winham dan Hubert S Howe di universitas Princeton yang menghasilkan music 4B, music 4BF, dan mengembangkan sebuah program Music 360 dan music 11 oleh Barry L. Verco serta music 7 oleh Howe. Cabang di sebelah kiri menunjukan kompiler musik music 6 dan music 10 yang di hasilkan di universitas Stanford.

Bahasa yang digunakan keluarga Music 4 yang menunjukan dan yang menyebarkan luas untuk musik komputer. Jenis “Music N” adalah sebutan untuk sebuah program komputer musik yang biasanya digunakan untuk membuat peniruan bunyi yang merupakan turunan dari “pohon silsislah” peniruan bunyi. Program yang masih digunakan saat ini walaupun saling berbeda di dalam struktur dan detail, antara lain Csound,Cmusic, dan Cmix. Gambar 1.6 menunjukan proses dimana peniruan bunyi jenis Music N menghasilkan bunyi. Langkah pertama (1a) musisi membuat orkestra dengan cara menjelaskan instrumen (tentu saja termasuk aturan sebagaimana umumnya yaitu syntax di bahasa pemograman). Tiap-tiap instrumen dirancang untuk menghasil jenis bunyi yang khusus dan input parameter untuk mengendalikan beberapa karakteristik dari bunyi seperti durasi, kekerasan, dan nada/

Bagian langkah dua1 (1b) menyediakan input yang khusus sebagai penyunting score diasosiasikan dengan system. Dengan langhah 1, input musisi untuk proses peniruan bunyi telah lengkap. Langkah 2 dan 3 ditunjukan oleh komputer tanpa campur tangan musisi. Didalam langkah 2 definisi instrumen di terjemahkan kedalam program bahasa mesin dan masukan dari penyunting score di compiled (jika perlu) kedalam format yang sebenarnya untuk diproses dilangkah 3. Langkah 3, di langkah 3 aktualisasi program “memainkan” score pada tiap- tiap intrumen dan menghasilkan bunyi. Dalam langkah 3 adanya 2 tingkat yang penting yaitu inisialisasi dan performance. Pada tingkat inisialisasi untuk nada, nilai tersebut ditetapkan sesuai durasi yang diatur, seringkali ditujukan untuk nilai parameter dalam score. Selama menyajikan sebuah nada komputer menghitung output (keluaran) secara aktual yang nantinya berhubungan dengan bunyi.

Gambar 1.7 menunjukan peyebaran luas perangkat lunak musik komputer pada pertengahan 90-an. Gambaran mengenai fasilitas perangkat lunak yang memungkinkan jangkauan musikal yang luas, dari system yang “free ware” sampai dengan system yang komersial yang tersedia, mulai dari perangkat lunak yang bekerja lambat pada pc dengan cara menunda dan sampai pada perangkat lunak yang bekerja secara “real time”.

Tiga entri pertama adalah keturunan dari Matehew yang dkejakan di Bell Laboratories. Seperti yang dinyatakan menurut namanya (Csound, Cmusic, Cmix), kesemuanya di tulis memakai bahasa C dan berjalan pada berbagai merek dan model komputer. Program Chant sedikit berbeda dimana bekerja dengan fokus pada penciptaan bunyi berdasarkan resonansi dikenal dengan istilah formant dengan tehnik yang dikenal “FOF” . Sistem yang diimplementsi lainnya yang bekerja secara berbeda salah satunya adalah UPIC , dimana berniat merealisasikan dan membantu input yang bersifat grafis untuk menghadirkan kembali musik-menggunakan system melalui sebuah ketelitian Grafic User Innterface (GUI).

Sebuah Digital Synthesizer biasa merupakan sebuah alat musik yang memiliki tuts dengan standar clavier dimana mempunyai implementasi kecepatan-tinggi merupakan perangkat keras yang bertujuan-khusus didalam synthesis algoritma. Yamaha membuat portable digital synthesizer dengan harga yang tidak terlelu mahal, dikenal dengan DX-7, diawal 80an. Sejak itu banyak perusaan lainnya membuat digital synthesizer. Pendekatan lainnya terhadap peniruan bunyi adalah dikenal dengan granulizer yaitu prinsipnya memperlihatkan partikel bunyi sebagai acoustical quantayang diartikulasikan oleh alhli fisika Denis Gabor setelah perang dunia II dan didukung oleh komposer Ianis Xenaxis yang mencari selain-Fourir sebagai pendekatan untuk peniruan bunyi melalui komputer.

Kolom kedua adalah perangkat lunak yang dikembangkan pada akhir 80-an yang dikembangkan melalui keuntungan ledakan pertambahan ukuran penyimpanan disk, yang menyebabkan kemudahan dan diperbolehkannya komputer menyimpan bunyi dalam bentuk digital untuk memodifikasi urutan sub dan mencampur. Dalam kenyataannya, Cmix, terdaftar di bawah sound sinthesis, yang merupakan perangkat lunak pertama dengan kemasan untuk memperlakukan dan mencampur dengan pijakan yang sama dengan sound sinthesis. Sound hack merupakan peralatan yang penting bagi musisi yang bekerja dengan menggunakan komputer macintosh: sebuah fasilitas untuk mekukan konversi format data file bunyi untuk digunakan lebih dari satu pada sound sinthesis. Modifikasi, dan sistem pecampuran; Serta jalur yang bersahabat didalam menunjukan tehnik komputer untuk memodifikasi dan menganalisa isi frekuensi untuk bunyi yang di simpan. . Protools, Dyaxis dan sonic solution merupakan sistem perangkat lunak/keras yang komersil yang diaplikasikan kedalam manipulasi realtime (mixing, equalizing, memodifikasi, dll ) file bunyi yang tersimpan didalam hard disk. Kekuatan sistem ini datang bersama muli track digital tape recording yang merupakan revolusi bagi rancangan dan fungsi untuk studio rekaman komersil.

Sebuah sampler digital telah ada bersama digital syntesizer sebagai sebuah alat untuk pertunjukan musik. Seringkali otomatis bergaya papan-clavier dan sebuah perpustakaan contoh bunyi akustik alat musik dan effect dan bahakan elektonik synthesized sounds. Sampler digital umumnya selalu dikontrol dari komputer melaui antarmuka MIDI yang memungkinkan melakukan kontrol secara real-time. Akhirnya “outboard” perangkat keras modifikasi bunyi digital termasuk reverberators dan pemproses bunyi telah menjadi peralatan yang standard untuk studio rekaman serta untul pertunjukan musik komputer secara langsung.

Dibawah kepala dari pra pemprosesan score dan program komposisi yang ditunjukan pada gambar 1.7 memperlihatkan banyak sekali sistem program yang ditulis dan dibuat untuk tujuan membantu musisi dan merealisasikan bunyi didalam kerja kreatif musik komputer dengan musikal yang berbeda beda. Contohnya sebuah program mungkin memfasilitasi untuk pengekspresian sebuah idea musikal atau motif, twrmasuk sebagai skala, sebuah rangkaian simbol yang dapat di terjemahkan oleh komputer menjadi kode kode untuk sistem peniruan bunyi. Alternatiflainnya komputer menerima masukan dari pengguna dan menunjukan pengkalkulasian yang diinginkan dan mempersembahkan hasil outputnya didalam notasi musik untuk pertunjukan instrumental.

Score 11 merupakan salah satu score praprocessor yang dibuat pada akhir 70-an dan masih digunakan saat ini. Sebuah score praprocessor memberikan fasilitas yang sering digunakan untuk memasukan jenis musik tertentu kedalam komputer. Ini terutama sekali membantu untuk musik dengan banyak nada yang berniat untuk dimainkan pada instrumen komputer yang relatif sederhana. Dari penjelasan ini praprocesor menciptakan daftar nada kedalam format yang diperlukan sebagai input yang utama untuk program musik synthesis. Coontoh program Score 11 ditunjukan di gamar 1.8

Common music diciptakan oleh Henry Taube, ini merupakan benar-benar bahasa komputer untuk komposisi musik. Common music menawarkan pilihan input yang luas untuk kompositoris dan memilih secara tepat bentuk apa yang akan dihadirkan melalui output. Memungkinkan memberikan jangkauan yang luas bagi komputer untuk menulis output sistem notasi musik komputer yang nantinya akan dimainkan melalui pertunjukan instrumental, meliputi format score untuk sebuah bilangan bagi sistem direct digital synthesis ke kode MIDI untuk dihantarkan ke perangkat MIDI eksternal.

HSML (Hierarchical Music Spesification Langguage) ini merupakan bahasa lainnya yang membantu memfasilitasi secara khusus untuk komposisi algoritma. Di munculkan pada tahun 1960 olehh larry Polansky, David Rosenboom, dan Phil Burk. Dan terus di kembang kan semenjak itu. Ratusan komposes menggunakan bahasa HMSL untuk menciptakan Realtime atau komposisi interaktif. Karena memfasilitasi informasi musikal secara real-time.

MAX dan Chiper bahasa lainnya lagi yang memungkinkan musik komputer secara real time

Max, dinamai oleh penemu direc digital synthesis yaitu Max V. Mathhews. Ditulis oleh Miller Pucket pada saat di IRCAM. Dan sistem Opcode oleh David Zicarelli. MAX adalah program yang berbasis pemograman orientasi objek grafis untuk mengembangkan aplikasi perangkat lunak musikal secara real time.

Advertisements
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: